My Ads

Showing posts with label It's about English. Show all posts
Showing posts with label It's about English. Show all posts

Saturday, April 6, 2013

Buku Bahasa Inggris SMP/MTs - Kelas 7

Buku merupakan salah satu sumber utama pembelajaran, dimana dengan adanya buku, tentunya pelajaran yang sedang dihadapi akan lebih terarah dan jelas prosesnya. Namun, keterbasaan sumber daya dapat menjadi suatu kendala, salah satunya sumber daya berupa Buku Paket, oleh karena itu, sebagai guru yang kreatif, jangan hanya berpatokan kepada buku berbentuk fisik, namun bisa juga beralih kepada yang berbentuk elektronik, BSE (Buku Sekolah Elektronik) yang sudah dikoarkan oleh kemdiknas, selain hemat, juga ramah lingkungan tooo..
Berikut saya berikan beberapa sumber Buku Sekolah Elektronik..

Untuk download klik langsung download:
Sumber


 
Bahasa Inggris Scaffolding Grade VII
Pengarang : Joko Priyana, Riandi, Anita P. Mumpuni
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008 
Download (5,876 MB)
 
 
 
 
Bahasa Inggris
English in Focus
 
Pengarang : Artono Wardiman, Masduki B. Jahur, M. Sukiman
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008
Download (3,733 MB)
 
 
 
 
Buku Bahasa Inggris
Buku Bahasa Inggris SMP Kelas 1 SMP


Pengarang : Th. Kumalarini , Achmad Munir , Slamet Setiawan
Penerbit : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Tahun : 2008
Download (4,837 MB)
 
 
Bapakdodo
Pontianak, 4 April 2013
Hujan membahana.......................  
 

Sunday, March 17, 2013

Situs-Situs Bermanfaat Bagi Guru Bahasa Inggris Kaitan Dengan Bahan Ajar

Menghabiskan seharian kemarin untuk duduk, mendengarkan, mencatat serta tentunya memahami apa-apa yang penyaji paparkan didepan. Memaku kepada tiga hal utama, penyaji sendiri, layar proyektor, dan tentunya jepretan/sorotan kamera. :D. Beberapa kegiatan utama yang dilakukan saya peserta dalam, sebuah Seminar Internasional;

Seminar Internasional Bahan Ajar Bahasa Inggris
Local Values In English Teaching Material (Curriculum 2013 Perspectives)

Bernarasumberkan orang-orang berkompeten, baik dalam domain kebijakan publik (menyangkut kebijakan pendidikan dan kaitan eratnya dengan kurikulum 2013), seperti Walikota Pontianak, Asisten III Gubernur Kalimantan Barat, Bupati Kubu Raya (yang dijadwalkan hadir namun berhalangan) maupun para pakar berkompeten tingkat tinggi dalam hal bahan ajar Bahasa Inggris (dan kaitannya dengan Local Values), seperti Joshua Yardley, M.A (US) , Alpha Amirrachman, Ph.D (Singapore) dan Dr. Regina (UPT Bahasa Untan).

Situs-situs berikut, merupakan pengetahuan baru bagi saya, melalui pemaparan Joshua Yardley, M.A. Bahwa sebenarnya seorang guru tidak harus terpaku hanya kepada buku paket melainkan lebih kepada kreativitas guru dalam mengombinasikan students needs and students experience, berikut adalah beberapa situsnya:

1. Wordle










3. Ning

























Bapakdodo
Pontianak, 17 Maret 2013
Mengondisikan pikiran dalam menentukan judul

Wednesday, January 2, 2013

Bahasa Indonesia tidak punya TENSES...

Apakah Bahasa Indonesia Mempunyai Tenses?

Berbagi lagi......

Correct Me If I am Wrong

Dari hasil belajar dan mengikuti kuliah dengan baik banyak pertanyaan yang muncul dikepala tiap mahasiswa, alias kawan-kawan dikelas. Beberapa diskusi berlangsung panas dan terus memanas kadang-kadang. Yahh, begitulah kegiatan kami sehari-hari, saling menghujat satu sama lain, diskusi panel yang terkadang berubah menjadi debat kusir, hingga saling menyinggung satu sama lain, namun tetap bersatu padu dalam A Morning Class.
Suatu siang yang dingin (karena didalam lab yang full AC, ruangan termewah yang pernah dirasakan seumur hidup).
Diskusi sedang berlangsung, dan karena arus pertanyaan dari mahasiswa begitu banyak pikiran dosenpun menyeruak, mengeluarkan segenap aspek yang agak tidak berkaitan dengan penjelasan sebelumnya, datanglah suatu pertanyaan diatas, Apakah bahasa indonesia punya TENSES??
Jawabannya: TIDAK..
Berikut penjelasannya,
TENSES dalam artian yang paling dangkal adalah 
"PERUBAHAN KATA KERJA YANG MENGIKUTI KONDISI WAKTU YANG DIPAKAI"
Maksudnya adalah seiring perubahan kondisi waktu yang dipakai, jadi Verb nya akan selalu mengikuti waktu tersebut. Oleh karena itu dalam Bahasa Inggris terdapat empat jenis kata kerja yang mengakomodir perubahan waktu tersebut:
1. V1 = Kata dasar (~s/~es)
2. V2 = Past Tense
3. V3 = Past Participle
4. V4 = Present Participle (atau populernya Verb+Ing)

Jadi, misalnya ada suatu kalimat seperti ini:

PERBANDINGAN PENGGUNAAN KATA KERJA BAHASA INGGRIS DAN BAHASA INDONESIA
BAHASA INDONESIA
BAHASA INGGRIS
Saya makan nasi setiap hari
I eat rice everyday
Saya makan nasi kemarin
I ate rice yesterday
Saya akan makan nasi besok
I will eat rice tomorrow
Saya sudah makan nasi
I have eaten rice
Saya sedang makan nasi
I am eating rice


Lihat Kolom Bahasa Indonesia, konsisten, dimana selalu hanya menggunakan 1 kata kerja, "MAKAN" apapun waktunya. Tidak akan pernah menjadi "MAKAN-MAKIN-MAKUN" atau "MAKAN-MAKANED-MAKANED", no, it will not.  Namun, di kolom sebelahnya, Bahasa Inggris, bisa dilihat dimana setiap pergantian waktu akan merubah bentuk kata kerjanya: "EAT, EATS, ATE, EATEN, EATING"..

Kembali ke pengertian dasar tenses, "Perubahan Kata Kerja Mengikuti Kondisi Waktu yang dipakai", Jelaslah bahwa Bahasa Indonesia tidak mempunyai tenses, buktinya bisa dilihat di tabel di atas, yang menunjukan Bahasa Indonesia tidak mengenal istilah perubahan bentuk kata kerja mesikupun keterangan waktu yang dipakai berubah-ubah.


Broadcast yourself by publishing (Andi Arsana)
2 Januari 2013, Ketika hujan turun dan baju agak basah.. :)
God Bless Us.

My 2nd Ads