My Ads

Showing posts with label It's about STKIP PGRI Pontianak. Show all posts
Showing posts with label It's about STKIP PGRI Pontianak. Show all posts

Friday, November 20, 2015

Praktik Pengalaman Lapangan, rasanya gimana?

TIPS PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN (PPL)

mahasiswa ppl
Seorang Mantan Mahasiswa Keguruan plus mantan Mahasiswa PPL ingin berbagi cerita mengenai sekelumit susah senangnya masa-masa itu.

04 Desember 2013, PPLku ternyata belum selesai, bukan karena kami tidak ingin selesai-selesai setelah ditempa dengan berbagai kewajiban dan "perhatian" yang cukup namun lebih kepada segala administrasi kampus  yang katanya belum selesai. Mari lupakan sejenak hal itu. :D

Tak tahu bagaimana ya, rasanya tiba-tiba udah ngerasa sebagai Mahasiswa PPL, dan tiba-tibanya kok udah selesai sekarang ya. Aneh juga. Siapa? Kayaknya yang nulis.

Mari buka case dengan sekelumit kalimat bahwa "sebagaimanapun tempat PPLnya pasti ada cara menikmatinya"
Mengapa demikian? bukan apa2. dan bukan cerita dari saya juga, namun lebih kepada cerita kebanyakan teman, mulai dari menemukan seonggok anak2 nakal di tempat PPL mereka hingga anak-anak kurang ajar yang sungguh kalau bisa ingin dihajar. Namun dibalik semua itu, selalu ada saja hal yang bisa dinikmati atau lebih tepatnya yaa disyukuri.


Baik kali ini langsung ke tipsnya aja bagaimana menjadi mahasiswa PPL yang baik, benar, dan mendapat kesan baik dari tempat PPL, sebagian cerita adalah pengalaman dan sebagian lagi adalah kolaborasi cerita orang lain karena tak kesampaian dan tak sanggup melaksanakannya... hahah

1. Kuasai Materi mu dan Saat mengajar perform lah out of box
Artinya adalah penguasaan materi disini adalah tentu saja hal yang mutlak dimiliki. Lupakan tentang status kalian yang ditempat itu adalah uji coba, but do the best. Lalu apa maksudnya dengan perform outofbox, kira-kira begini, kalau biasanya guru asli mereka ngajar model ceramah, usahakan jangan pakai itu metode juga, tapi lebih berpikir kreatif bagaimana anak-anak masa kini ingin diperlakukan. Mereka tertarik dengan tema "Master Chef" misalnya, just do it, hubungkan materi pembelajaran dengan ketertarikan itu.

2. Laksanakan Segala Kewajiban
Artinya yaaa, siap disuruh, tapi bukan disuruh-suruh ya. Ada perbedaan antara kita sebagai mahasiswa PPL calon guru dan Pelaksana Teknis Urusan Rumah Tangga Sekolah. Misalnya dari kampus ada menginstruksikan untuk melaksanakan satu kegiatan diluar kegiatan belajara mengajar di Sekolah. Just do it! Kalau saya dulu, melaksanakan kegiatan ini, dengan membuat nama-nama latin dari tumbuhan-tumbuhan disekitar sekolah. Ini diambil setelah memertimbangkan bahwa banyak banget bunga dan pohon tersebar di sekolah ini.

3.  Tampil rapi dan menarik
Yups, first impression penting disini, berpakaian dan bertindaklah seolah-olah anda guru beneran. Nilai plusnya, selain kita bisa dipandang adalah benar-benar mahasiswa baik juga sekalian bisa memberi contoh baik kepada murid-murid disana plusssssss menarik perhatian para gadis-gadis sma. hahaha

4. Sopan
Yaa, ini tak perlu panjang lebar lagilah kayaknya untuk djabarkan, sopan, kriteria penting untuk dapat mendapat kesan yang baik. 

5.  Akrabi Murid-muridnya
Temukan cara bagaimana kita bisa akrab dengan murid, ya misalnya ajakin maen PS pas pulang sekolah, atau ajakin main futsal sama-sama, yaa itung-itung nambah teman, dan tentunya, penyambung asa dikala ujian PPL dilaksanakan. :D

6. Tinggalin semacam plakat atau lainya
Ya, sebagai bukti fisik kita udah pernah disana teman-teman juga bisa buat Semacam plakat gitu untuk sekolah yang bersangkutan.   

Yaaa, sekian dululah bagi-bagi cerita nya, semoga membantu guys, keep doing best for every single good thing you do!!  

Sunday, May 5, 2013

PROFIL DRUMBAND STKIP PGRI PONTIANAK

LOGO



NAMA

KORPS DRUMBAND STKIP PGRI PONTIANAK

MOTTO

"ONE BAND, ONE VOICE"
Yang memiliki makna, kita bergerak sebagai satu tim, satu unit, artinya kita bergerak sebagai sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain,  yang teraplikasikan dalam pergerakan dan ketukan musik yang dinamis serta harmonis.


TERBENTUK

31 Maret 2012 (Mubes I)


KEGIATAN RUTIN

MAYORET I (Masa Yuridiksi dan Orientasi Rekrutmen I)
Display Wisuda dan Yudisium STKIP PGRI Pontianak
Pembukaan PETIK (Pengenalan Etika Kampus)
Festival Drumband Tingkat Pelajar Se-Kalimantan Barat Tahun 2013

MARKAS

Ruangan Korps Drumband STKIP PGRI Pontianak, Jalan Ilham, Kampus Ilham STKIP PGRI Pontianak

BENTUK

Menuju proses menjadi UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang pengelolaannya terlepas dari lembaga (per 6 Mei 2013)

PERSONIL

50 Orang

DESKRIPSI SINGKAT

Adalah sebuah UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) minat dan bakat, pengadaan alat dimulai dari 2008 hingga 2013 ini terjadi beberapa penambahan alat dan pergantian uniform display. Bermulai dari kegiatan ekstrakurikuler yang tergabung langsung di bawah naungan lembaga STKIP PGRI Pontianak, hingga tahun 2012 diperjuangkan untuk terpisah sehingga pengelolaan Unit ini bisa seperti UKM-UKM yang lain, hingga dilaksanakan Mubes I, untuk memperkuat posisi sebagai UKM terverifikasi sistem REMA dan Lembaga STKIP PGRI Pontianak. Namun, dikarenakan beberapa proses administrasi di kemahasiswaan yang belum selesai serta beberapa pelengkapan administrasi terbentur dengan persiapan display beberapa kegiatan, tertunda lagi.
Korps Drumband STKIP PGRI Pontianak, telah 3 kali melakukan perekrutan (terhitung sejak tanggal Mubes I), yakni angkatan 1, angkatan 2 dan angkatan 3 yang hingga saat ini total jumlah anggota dan alumni berjumlah sekitar > 100 orang, dengan 50 orang tercatat sebagai anggota aktif.
Kegiatan terakhir yang dilaksanakan adalah, Festival Drumband Tingkat Pelajar STKIP PGRI Pontianak Tahun 2013 yang dilaknsakan pada Sabtu, 27 April 2013 di Kampus Ampera STKIP PGRI Pontianak.
Adapun mengenai agenda terdekat, adalah display Wisuda dan Yudisium STKIP PGRI Pontianak, tanggal 4 dan 5 Juni 2013.



Bapakdodo
Pontianak, 6 Mei 2013
One band, One voice.....................

Imitated Letter - Intensive Course 3

Update lagi tentang tugas kuliah, dan berkali-kali saya mengingatkan untuk di cek kembali kondisi barang ketepatan materi yang tersaji karena harap di maklumi mahasiswa kadang punya ruang pikir dan waktu yang terbatas untuk mengejar tanggal deadline yang selalu ditagih sama dosen *ngeles...
Namun, esensinya makalah ini tidak dibuat dengan sembarangan lo ya, dibuat dengan sepenuh hati, keringat dan segala upaya demi menjamah nilai terbaik yang pantas didapatkan. :)
Harapannya, bukan menjadi sebuah barang sia-sia untuk disimpan sendiri namun bisa menjadi sesuatu yang useful untuk digunakan sebagaimana mestinya.



Lihat lengkap : Klik



Bapakdodo
Pontianak, 6 Mei 2013
Pontianak ohhh Pontianak......................

Thursday, April 4, 2013

Joshua Yardley - Local Values in English Teaching Material (Curriculum 2013 Perspectives)


     The information below is my task to conclude the material of the seminar, this kind of seminar was hold on Hotel Grand Mahkota, Pontianak. I'm sorry if my English is not quite good, it is the maximum knowledge that I can apply here (:p)..hehee..., but, as long as the point in this writing understand by you, I believe I've been success in delivering the message.

Joshua Yardley, M.A.

Personal Information:
English Language Fellow at U.S. Department of State, Manager of Teacher Certification Programs at Bridge Linguatec Past: Research Assistant at Southern Illinois University Edwardsville, Instructional Supervisor at Berlitz, English Instructor at Freelance Education: Southern Illinois University, Edwardsville, Northern Illinois University Summary: he now serve as an English Language Fellow for the Human Resources Development Office of Aceh in Banda Aceh, Indonesia

Topic: Material Development In Teaching Materials
Summarize
           When we summarize the material, Joshua actually wanted to say, creating an English material teaching is not as long-prepare as that we commonly did. He emphasized on how to use the students’ knowledge or experience to develop their writing especially in relating the English teaching and learning process with technology particularly in tech-based learning. The process that he stated could be explained as below:
a.       When in a situation teacher don’t have enough time to prepare the material, he suggested, “don’t be panic”. Teaching is not only refer to book but teacher can be creative by design    the material by himself.
b.      First, ask student to tell their experience, what ever the story is, just write it down in a paper

In this presentation he gave many references for blog or website that has writing teaching orientation. They are:

- www.mindmeister.comwww.ning.com
- www.wordle.com
- Academic Word Highlighter
- Education.skype.com
- www.indonesiaful.com
- www.mengajarenglish.com

Approach: Communicative Approach

Opening
           Joshua opened his presentation by firstly introduced himself to the audiences. Telling his story during the journey across country, such as when he was in Mexico and Germany. He told the audiences by giving unique approach, using a series of traditional food of each country he visited. The writer noticed that Joshua attempted to close himself to the audience that all Indonesian, by stating for his last picture that “it was the spicy food that I ever ate” for the Mie Aceh that is the Aceh traditional food.

 Whilst
           Joshua realized that he was a native speaker that is in fact totally know even the most difficult word of English. In presenting his material to Indonesian participants that consist of many elements lecturer, teacher or students, he knew how to deliver the material by avoiding the usage of difficult/academic word. The writer noticed that actually during his presentation he almost didn’t use any difficult word.
           While the presentation, he successful to make the people gave attention to him, he
even never stayed at one place, instead, he always moved to all side of the place. Sometimes, he also involved the audience by making them as a part of his example and by addressing his question to all of audience.
Closing
      In the writer perspective, Joshua didn’t do any special technique in closing, even, it was flat. Than, continue by asking and answering section.

Knowledge that I got from the presenter:
An important point that Joshua stressed in his presentation was about how to make a very powerful teaching material without any dependence to packet book or certain material. Teacher can be creative in order to develop the lesson, because today, the teaching and learning process more focus on students center learning, means that all of lesson activity more doing by the students, here, the teacher only as facilitator.
One of the examples of this method is about how create an incidentally material is involving students’ experience in creating the material itself. The way how to do it can be by order students to make a writing about their experience then trying to expose it into other students, can be by Mading (Majalah dinding)/blog (here Joshua give an example to use blog), make the other students give a suggestion/criticism. It must doing until all of the students have done the same thing.
Here, some key points of Joshua Yardley presentation that can be as a good example:
1. Use very short keyword on slide
2. Interactive communicative – Involving audience as a part of his presentation
3. Always, explain whenever he thought that a word difficult to understand
4. Use louder voice to explain
5. Well-mannered in organizing his position during the presentation, he almost explore all of the place  
    on the stage.

Source : Joshua slide's

Bapakdodo
Pontianak, 4 April 2013
It has been raining .......................

My 2nd Ads